Penerapan Metode Certainty Factor Pada Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi Dan Mulut

  • Anzas Ibezato Zalukhu Universitas Pembangunan Pancabudi, Indonesia
  • Irwan Syahputra * Mail Universitas Pembangunan Pancabudi, Indonesia
  • Suhardiansyah Universitas Pembangunan Pancabudi, Indonesia
  • Zulham Sitorus Universitas Pembangunan Pancabudi, Indonesia
  • Khairul Universitas Pembangunan Pancabudi, Indonesia
Keywords: Sistem Pakar, Penyakit Gigi dan Mulut, Metode Certainty Factor.

Abstract

Gigi dan mulut merupakan organ vital yang memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan manusia. Kelainan pada gigi dan mulut dapat menjadi pemicu penyakit lain dalam tubuh. Pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut ditekankan, terutama mengingat fungsinya yang esensial dalam berbicara, menjaga bentuk wajah, dan mengunyah makanan. Sayangnya, dengan perkembangan zaman, pola makan yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan siap saji tinggi gula, garam, dan lemak, dapat menyebabkan masalah kesehatan gigi dan mulut. Penyakit gigi dan mulut sering disebabkan oleh mikroorganisme, dan pengetahuan terbatas tentang gejala-gejala penyakit ini dapat menjadi hambatan untuk diagnosis dini. Sebagai solusi, penelitian ini mengusulkan penerapan metode certainty factor dalam sistem pakar untuk mendiagnosis penyakit gigi dan mulut. Metode ini memungkinkan evaluasi tingkat keyakinan pakar terhadap data yang dianalisis, memberikan solusi atau rekomendasi dalam situasi kompleks. Penelitian ini mengacu pada pandangan pakar dokter gigi dan mulut, yang dianggap memiliki pengetahuan dan pengalaman yang mencukupi. Sistem pakar yang diusulkan bertujuan untuk meniru proses penalaran seorang pakar dalam memecahkan masalah spesifik dalam bidang gigi dan mulut. Dengan memanfaatkan certainty factor, sistem ini dapat menyediakan solusi yang lebih dapat diandalkan dan memberikan kontribusi pada upaya pencegahan serta penanganan dini penyakit gigi dan mulut.

References

M. Kabu, E. Ngaga, and A. A. J. Sinlae, “Penerapan Certainty Factor dalam Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut Berbasis Web di Puskesmas Halilulik,” JUKI J. Komput. dan Inform., vol. 5, no. 1, pp. 110–123, 2023, [Online]. Available: https://www.ioinformatic.org/index.php/JUKI/article/view/184

E. D. S. Mulyani and N. N. F. SM, “Aplikasi Pakar Diagnosa Penyakit Gigi Menggunakan Metode Forward Chaining Berbasis Mobile,” Konf. Nas. Sist. Inform. 2017 STMIK, pp. 119–124, 2017.

E. Rianti, F. Yenila, and H. Marfalino, “System Deteksi Gingivitis Gigi Menggunakan Certainty Factor,” J. Teknol., vol. 11, pp. 50–56, 2021, doi: 10.35134/jitekin.v11i2.51.

Tuslaela and D. Permadi, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi Dan Mulut,” J. PROSISKO Vol., vol. 5, no. 1, pp. 17–26, 2018.

I. Made et al., “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi dan Mulut Dengan Metode Dempster Shafer,” Sist. Inf. dan Teknol., pp. 69–77, 2022.

H. S. Arfajsyah, I. Permana, and F. N. Salisah, “Sistem Pakar Berbasis Android Untuk Diagnosa Penyakit Gigi Dan Mulut,” J. Ilm. Rekayasa dan Manaj. Sist. Inf., vol. 4, no. 2, p. 110, 2018, doi: 10.24014/rmsi.v4i2.5678.

A. Zaelani and W. Winarti, “Implementasi Sistem Pakar Diagnosa Bau Mulut Penyakit Gigi Menggunakan Metode Naive Bayes Berbasis Web Studi Kasus : Klinik Elon Abdulgani,” vol. 1, no. 4, pp. 676–685, 2023.

R. Sofa, D. D. S. Fatimah, and A. Susanto, “Pembangunan Aplikasi Sistem Pakar untuk Diagnosis Penyakit Tanaman Padi,” J. Algoritm., vol. 9, no. 1, pp. 21–28, 2012, doi: 10.33364/algoritma/v.9-1.21.

H. Leidiyana and R. D. Hariyanto, “Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Persendian Menggunakan Metode Certainty Factor,” J. Komtika (Komputasi dan Inform., vol. 4, no. 1, pp. 27–34, 2020, doi: 10.31603/komtika.v4i1.3701.

Y. Sari, “Aplikasi Pengukuran Tingkat Stres Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Dengan Metode Certainty Factor,” J. Tek. Indones., vol. 2, no. 1, pp. 14–28, 2023, doi: 10.58860/jti.v2i1.8.

M. Mukmin, A. R. Sabirin, and M. E. R, “Sistem Pakar Pembagian Harta Warisan Dalam Islam Berbasis Android Inheritance Sharing Expert System In Islam based on android,” vol. 12, no. 1, pp. 31–40, 2023.

O. Nurdiawan and L. Pangestu, “Penerapan Sistem Pakar dalam Upaya Meminimalisir Resiko Penularan Penyakit Kucing,” InfoTekJar (Jurnal Nas. Inform. dan Teknol. Jaringan), vol. 3, no. 1, pp. 65–73, 2018, doi: 10.30743/infotekjar.v3i1.532.

E. T. Marbun, K. Erwansyah, and J. Hutagalung, “Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Kolesterol Pada Remaja Menggunakan Metode Certainty Factor,” J. Sist. Inf. Triguna Dharma (JURSI TGD), vol. 1, no. 4, p. 549, 2022, doi: 10.53513/jursi.v1i4.5686.

L. E. Sabda Novita , Hari Aspriyono, “Sistem Pakar Identifikasi Penyakit Paru-Paru Menggunakan Metode Certainty Factor,” J. Komput. dan Inform., vol. 5, no. 2, pp. 2722–4368, 2023.

E. Marsinta, D. Suranti, and I. Kanedi, “Sistem Pakar Dalam Mendiagnosa Jenis Perawatan Kulit Wajah Menggunakan Metode Certainty Factor ( Klinik House Of Ristra ),” vol. 19, no. 2, pp. 367–376, 2023.

A. Mulyani, D. Kurniadi, and S. I. Multajam, “Penerapan Metode Certainty Factor pada Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Difteri Berbasis Web,” Teknika, vol. 12, no. 3, pp. 205–211, 2023, doi: 10.34148/teknika.v12i3.686.

I. L. Yuza and M. Sihombing, “THE CERTAINTY FACTOR METHOD,” vol. 2, no. November, pp. 193–205, 2023.

J. Informasi, D. P. Anggraeni, and H. Syafrullah, “Sistem Pakar Diagnosa Gejala Malnutrisi pada Balita Menggunakan Metode Certainty Factor,” vol. 5, no. 4, pp. 10–11, 2023, doi: 10.60083/jidt.v5i4.419.

Z. Azhar, “Pendeteksian Kerusakan Sepeda Motor Dengan Sistem Pakar Menggunakan Metode Certainty Factor,” JURTEKSI (Jurnal Teknol. dan Sist. Informasi), vol. 5, no. 2, pp. 167–174, 2019, doi: 10.33330/jurteksi.v5i2.340.

A. Yusuf, P. Studi, T. Informatika, F. Teknik, and U. M. Ponorogo, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Mata Dengan Metode Forward Chaining,” vol. 2, no. 1, p. 15, 2016.

Dimensions Badge
Published
2023-12-24
How to Cite
Zalukhu, A. I., Irwan Syahputra, Suhardiansyah, Sitorus, Z., & Khairul. (2023). Penerapan Metode Certainty Factor Pada Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Gigi Dan Mulut. Bulletin of Information Technology (BIT), 4(4), 544 - 553. https://doi.org/10.47065/bit.v4i4.1102
Section
Articles